• Forum MP

    Akhirnya setelah sekian lama, fasilitas forum komunitas Perguruan Pencak Silat Merpati Putih sudah bisa mulai digunakan.

    Read More
  • Password Anggota

    Karena terjadi beberapa perbaikan di system maka password anggota yang sudah registrasi kami reset ulang. Adapun password yang baru telah kami kirimkan via e-mail ke alamat masing-masing.

    Read More
  • Maintenance Website

    Dalam beberapa hari ini telah diadakan maintenance website sehingga untuk beberapa hari website tidak bisa diakses. Sekali lagi kami mohon maaf

    Read More
Selasa, Maret 16, 2010
Text Size
   

Login Anggota

Live Support

TS:
CS:

Statistik Pengunjung

0 member(s) and 4 guest(s)
485 Total Registered
0 today
2 this week
12 this month
Last: Mas Wid
 

Facebook

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini108
mod_vvisit_counterKemarin293
mod_vvisit_counterMinggu ini564
mod_vvisit_counterMinggu lalu1352
mod_vvisit_counterBulan ini3189
mod_vvisit_counterBulan lalu6638
mod_vvisit_counterTotal104775

IP: 38.107.191.110
,

Paypal Donate

Page Rank

Pola Dasar Pembentukan Dan Pengembangan Diri PDF Cetak E-mail

A. Perkembangan Budaya Bangsa Indonesia

Pola dasar pembentukan dan pengembangan diri ini diharapkan mampu memperpadukan unsur-unsur budaya bangsa Indonesia, yaitu kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersendikan pada cipta, rasa dan karsa.

Kemampuan memperpadukan ini merupakan langkah-langkah taktis didalam mengembangkan strategi kebudayaan, yaitu dengan jalan melestarikan, membina, dan mengembangkan budaya nasional.

B. Filosofi Perguruan Dan Janji Anggota

1. Filosofi perguruan “Hening”

Dasar filosofis perguruan yang merupakan doktrin perguruan, yaitu Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang mengacu pada pengertian Hening.

Hening ini merupakan suatu tataran, tahapan yang akan selalu ditingkatkan didalam pembentukan dan pengembangan diri, watak atau kepribadian perguruan. Pengertian Hening itu sendiri menunjukan suatu sikap atau tindakan yang sudah dapat memadukan, menyatukan antara Cipta, Rasa, dan Karsa. Pada tahap atau keadaan Hening ini watak atau perilaku sudah tidak menghiraukan lagi apa yang dirasakan serta dihayati oleh panca indera (dalam pengertian gejal-gejala). Kecuali merasakan tekad atau kehendaknya saja yang didasarkan atas tindakan spiritual-religius yang mendalam.

Keadaaan ALAM HENING merupakan ALAM KEHALUSAN yang tiada batas tepi-nya. Pada tataran ini, seseorang dapat dikatakan MENGINJAK JEJAK KAKI TUHAN, yang telah mampu bersikap pasrah atau nrimo dalam arti yang positif, yaitu yang telah mampu mengendalikan diri-pribadinya sebagai insan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Alam Hening ini menunjukan bahwa pada dasarnya keberadaan manusia telah DIKONDISIKAN oleh-NYA. Kondisi ini menunjukan bahwa keberadaan manusia pada tataran ini telah mampu berada dalam kondisi KEHENINGAN JIWA-RAGA.

2. Janji Anggota

Kode etik perguruan merupakan pedoman atau dasar bagi pembentukan dan pengembangan diri, yang dipaparkan pada TRI PRASETYA PERGURUAN atau yang disebut dengan JANJI ANGGOTA, yaitu:

1. TAAT DAN PERCAYA PADA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA

2. MENGABDI DAN BERBAKTI KEPADA NUSA, BANGSA DAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

3. SETIA DAN TAAT KEPADA PERGURUAN.

Janji Anggota yang pertama, merupakan dasar spiritual-religius yang mendasari dan menjiwai Janji Anggota yang kedua dan ketiga. Dasar spiritual ini merupakan dasar yang utama dan mutlak; bahwa didalam perguruan pembentukan dan pengembangan diri didasarkan pada azas Ketuhanan Yang Maha Esa. Memberi pengertian bahwa ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi pembentukan dan pengembangan diri adalah mutlak.

Janji Anggota yang kedua, merupakan sasaran atau bidang pengabdian yang dijiwai dan didasari Janji Anggota yang pertama dan semangat perguruan.

Janji Anggota yang ketiga, merupakan semangat perguruan yang berdasarkan pada azas kekeluargaan dan persaudaraan.

3. Metode Atau Sistem Pembentukan Dan Pengembangan Diri

Metode atau sistem pembentukan dan pengembangan diri didalam Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong MERPATI PUTIH melalui empat tahap, yaitu:

a. Tahap fisiko-kimis

Pada tahap ini pembentukan dan pengembangn diri ditekankan pada pembentukan dan pengembangan diri dalam pengertian fisil-material (tubuh). Dengan dasar dan tujuan pengolahan secara fisi-kimis (tehnik pernafasan) yang mampu membangkitkan kemampuan fisik.

b. Tahap biotis

Pada tahap ini pembentukan dan pengembangan ditekankan pada peran naluri yang erat kaitannya dengan aspek beladiri, yaitu naluri untuk mempertahankan diri.

c. Tahap psykologis (mental)

Tahap psykologis ini, pembentukan dan pengembangan diarahkan pada penekanan kejiwaan yang bersendikan pada aspek seni dan mental, yaitu cipta, rasa, dan karsa.

d. Tahap human atau spiritual : Hening.

Pada tahap ini pembentukan dan pengembangan diarahkan pada kerohanian. Sehingga pada tahap ini diharapkan dapat mencapai tingkat atau tataran HENING, yaitu tataran atau tingkat yang telah mampu memadukan, menyatukan antara cipta, rasa dan karsa. Tahap ini merupakan PUNCAK TATARAN pembentukan dan pengembangan diri yang diharapkan dapat membangkitkan RASA JATI.

Keempat tahap pembentukan dan pengembangan diri ini merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, saling mengkait. Tahap yang pertama akan menjadi dasar bagi tahap selanjutnya. Penekanan didalam pembentukan dan pengembangan diri ini hanya sebagai prioritas atau PORSI LEBIH didalam pembentukan dan pengembangan diri, atau sebagai sistem-metodis yang mengarahkan pembentukan dan pengembangan diri yang sesuai dengan asas dan tujuan Perguruan yang hendak dicapai.

4. Perkembangan Aspek Pencak Silat Bagi Pembentukan Dan Pengembangan Diri

Didalam Pencak Silat terdapat LIMA ASPEK DASAR yang merupakan satu kesatuan utuh, yaitu aspek spiritual, mental, seni, beladiri, dan olahraga.

Kelima aspek tersebut, baik satu persatu atau secara keseluruhan mempunyai kaitan yang erat dengan pembentukan dan pengembangan diri, watak atau kepribadian. Sehingga dalam pembentukan dan pengembangan diri selanjutnya kelima aspek dasar tersebut mampu memberi warna yang sesuai dengan sifat-sifat dasarnya, yaitu:

a. Aspek Spiritual

Dari aspek ini diharapkan mampu menumbuhkan sifat serta sikap taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang ditandai dengan keteguhan iman atau budi dalam menghadapi cobaan dan godaan serta mampu menerima kenyataan atau resiko yang terberat.

Dalam penngertian yang sama, mampu menumbuhkan sikap PASRAH dalam arti yang positif.

b. Aspek Mental

Aspek ini diharapkan mampu menumbuhkan sifat dan sikap yang selalu berusaha untuk dapat memadukan, menyesuaikan antara cipta, rasa, dan karsa yang mengandung TRILOKA yaitu tulus, sabar, dan rela.

c. Aspek Seni

Dari aspek ini diharapkan mampu menumbuhkan sifat dan sikap keselarasan, keseimbangan dan keserasian lahir batin.

d. Aspek Beladiri

Dari aspek dasar ini diharapkan dapat menumbuhkan sifat dan sikap perilaku kesatria, yaitu jujur, disiplin, dan berani menegakan kebenaran serta keadilan.

e. Aspek Olahraga

Dari aspek ini diharapkan mampu untuk menumbuhkan sifat dan sikap sportif, yang terampil dalam gerak-gerak efektif sebagai dasar hidup sehat jasmani dan rohani.

Kelima aspek Pencak silat ini merupakan dasar yang umum bagi pembentukan dan pengembangan watak atau kepribadian. Hal ini dikarenakan bahwa pada dasarnya ilmu beladiri Pencak Silat berkaitan erat dengan pembentukan dan pengembangan watak, perilaku atau kepribadian seseorang yang mempelajarinya.

5. Kesimpulan

Pola atau kerangka dasar pembentukan dan pengembangan diri tersebut diharapkan dapat menghasilkan manusia Indonesia dimasa depan yang berkepribadian nasional dan yang mempunyai watak atau sifat yang sesuai dengan asas dan tujuan perguruan, yaitu harmonis, dinamis, dan patriotis.

Kepribadian harmonis yang dimaksud ialah kepribadian yang seimbang, selaras, serasi didalm memfungsikan dirinya (harmonis tubuhàyaitu mengarah pada pembentukan dan pengambnagan diri dalam pengertian fisik atau material; jiwaàmengarah pada pembentukan dan pengembangan diri dalam arti mental atau psikologis yang bersendikan cipta, rasa, dan karsa; rohaniàmengarah pada segi spiritual-religius yang telah mampu memadukan atau menyatukan antara cipta, rasa, dan karsa <tahap Hening>) baik secara individual, social, nasional ataupun sacral.

Kepribadian dinamis yang dimaksud adalah kepribadian yang selalu berorientasi kedepan tanpa meninggalkan nilai-nilai yang mendasariny, kreatif dan berpikir positif untuk berusaha menjadi lebih baik. Atau dengan kata lain suatu kepribadian yang berkembang-dinamis-dalam-keajegkan.

Kepribadian patriotis merupakan kepribadian yang mempunyai watak dan perilaku sebagai warga Negara yang, bertanggung jawab terhadap kewajibannya, cinta dan setia kepada tanah air yang dilandasi oleh semangat bela Negara yang mengandung TRILOKA, yaitu tulus, iklas, sabar dan rela.

 




Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

 

Sekilas Info

Pada tanggal 22 Juni 2009 akan diadakan acara seminar dengan judul “PERSPEKTIF KEBANGSAAN DALAM MEMBANGUN NKRI BAGI GENERASI MUDA KINI” yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Merpati Putih Universitas Mercu Buana. Acara dilangsungkan dari jam 08:00 - 16:00 WIB. Untuk keterangan lebih lanjut bisa dilihat di blog MP.

Kantor Pusat

Gelanggang Remaja Jakarta Timur
Jl. Otto Iskandardinata Raya No. 121 Jakarta Timur
Telp. : 021 - 859 06068
RocketTheme Joomla Templates